Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta dalam menyelenggarakan kegiatan kuliah umum bertajuk “Speak with Respect: Cross-Cultural Communication for Regenerative Tourism” pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Saraswati, Pusat Denpasar.
Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Ni Nyoman Deni Ariyaningsih, S.S., M.Par. dari Universitas Mahasaraswati Denpasar dan Kiki Rizki Makiya, S.Psi., M.A., Ph.D. dari STIPRAM Yogyakarta. Diskusi dipandu oleh Dr. I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri, S.S., M.Hum. selaku moderator.
Mengangkat tema komunikasi lintas budaya untuk pariwisata regeneratif, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya komunikasi yang menghormati keberagaman budaya dalam mendukung praktik pariwisata yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Melalui komunikasi yang tepat dan penuh rasa hormat, interaksi antara individu dari latar belakang budaya yang berbeda diharapkan dapat membangun pemahaman bersama serta hubungan yang harmonis.
Melalui kuliah umum ini, peserta diajak memahami bahwa komunikasi lintas budaya tidak sekadar berkaitan dengan mengenali dan memahami perbedaan, tetapi juga mencakup sikap saling menghargai, keterbukaan, dan kemampuan membangun hubungan yang positif. Prinsip tersebut menjadi penting dalam konteks pariwisata regeneratif, yang menekankan pentingnya hubungan yang saling mendukung antara wisatawan, masyarakat lokal, dan lingkungan.
Kolaborasi antara FBA Unmas Denpasar dan STIPRAM Yogyakarta melalui kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkaya perspektif akademik mahasiswa, khususnya dalam memahami peran komunikasi dalam interaksi lintas budaya dan pengembangan sektor pariwisata.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa semakin menyadari pentingnya menggunakan komunikasi yang santun, inklusif, dan berorientasi pada rasa hormat dalam berbagai konteks interaksi. Dengan demikian, komunikasi lintas budaya dapat menjadi salah satu landasan dalam membangun hubungan yang lebih baik sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.