Prof. Dr. Anak Agung Ayu Dian dari Universitas Mahasaraswati Denpasar menjadi salah satu peserta dalam *Simposium Nasional Guru Besar Humaniora (SNGB Humaniora) 2026* yang berlangsung di Universitas Indonesia (UI), Jakarta, pada 11–13 Agustus 2026. Kehadiran guru besar Universitas Mahasaraswati Denpasar tersebut menjadi bagian dari perjumpaan akademik nasional para guru besar humaniora sekaligus membawa perspektif perguruan tinggi Bali ke dalam diskusi pengembangan humaniora di tingkat nasional.
Rangkaian SNGB Humaniora 2026 diawali pada 11 Agustus 2026 dengan registrasi dan pembukaan di Auditorium Toety Herati Noerhadi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI. Agenda pembukaan meliputi sambutan Ketua Dewan Guru Besar FIB UI, Rektor UI, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia yang sekaligus membuka SNGB Humaniora 2026. Rangkaian tersebut dilanjutkan dengan keynote Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dan foto bersama.
Pada hari pertama, Prof. Dian mengikuti sejumlah tema akademik yang membahas perkembangan dan tantangan humaniora dari berbagai perspektif, yakni *Humaniora Digital–Humaniora Ekologi, Mitigasi Budaya–Konservasi Budaya, serta Kolaborasi Multihelix Humaniora–Literasi Multikultural*. Beragam tema tersebut membuka ruang dialog mengenai transformasi digital dan ekologi, pelindungan serta konservasi budaya, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dan penguatan literasi multikultural.
Memasuki hari kedua, 12 Agustus 2026, pembahasan berkembang ke ranah kebijakan, kehidupan sosial, dan strategi pengembangan ilmu. Prof. Dian mengikuti *Sesi 4: Humaniora untuk Kajian Kebijakan–Politik dalam Humaniora* serta *Sesi 5: Kohesi Sosial dan Relasi Antaretnik*. Kehadiran para guru besar dari berbagai perguruan tinggi nasional memperlihatkan karakter forum yang lintas institusi dan membuka peluang pertukaran gagasan mengenai posisi humaniora dalam menjawab persoalan sosial dan kebangsaan.
Pembahasan selanjutnya diarahkan pada *Strategi Pengembangan Humaniora–Hilirisasi Humaniora*. Tema ini menyoroti pentingnya mengembangkan hasil kajian humaniora agar memiliki daya guna yang lebih luas, baik bagi pengembangan pengetahuan, penyusunan kebijakan, maupun kehidupan masyarakat. Bagi Prof. Dian, forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkaya perspektif mengenai strategi pengembangan dan hilirisasi humaniora.
Rangkaian hari kedua kemudian ditutup dengan *sidang perumusan akhir* yang melibatkan moderator, tim perumus, dan perwakilan peserta. Rumusan akhir diarahkan ke dalam tiga bagian, yakni *Naskah Akademik Pengembangan Humaniora, Policy Brief Strategi Kebudayaan, dan Pembentukan Organisasi*. Keterlibatan Prof. Dian menjadi bagian dari proses kolektif para peserta dalam merumuskan gagasan dan arah pengembangan humaniora di tingkat nasional.
Bagi Universitas Mahasaraswati Denpasar, partisipasi Prof. Dr. Anak Agung Ayu Dian dalam SNGB Humaniora 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk mengikuti perkembangan pemikiran humaniora, tetapi juga memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi. Kehadiran tersebut sekaligus membawa perspektif Bali dalam percakapan nasional mengenai humaniora, kebudayaan, kebijakan, kohesi sosial, hingga strategi hilirisasi ilmu.
Melalui forum ini, humaniora ditempatkan sebagai bidang keilmuan yang terus beradaptasi dengan perubahan sosial, budaya, teknologi, dan lingkungan, sekaligus memiliki peran dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan pengetahuan dan kehidupan masyarakat.