Kabar membanggakan kembali hadir dari dosen Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar. Putu Devi Maharani, S.S., M.Hum. berhasil meraih gelar doktor dengan predikat “Sangat Memuaskan” setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam Sidang Ujian Terbuka.
Disertasi yang dipertahankan mengangkat judul “Alih Kode pada Dialog Tokoh Punakawan Wayang Cenk Blonk: Sebuah Kajian Sosiopragmatik.” Penelitian tersebut mengkaji fenomena alih kode yang terdapat dalam dialog tokoh Punakawan pada pertunjukan Wayang Cenk Blonk melalui perspektif sosiopragmatik.
Kajian ini menjadi menarik karena mempertemukan perspektif kebahasaan dengan seni pertunjukan tradisional Bali. Melalui penelitian tersebut, fenomena penggunaan bahasa dalam dialog Wayang Cenk Blonk dikaji tidak hanya dari aspek kebahasaan, tetapi juga dengan mempertimbangkan konteks sosial dan pragmatik yang melatarbelakangi terjadinya alih kode.
Sidang Ujian Terbuka tersebut diketuai oleh Prof. Dr. I Made Netra, S.S., M.Hum. Dalam pelaksanaannya, beliau didampingi oleh Prof. Dr. Ketut Artawa, M.A. selaku Promotor, Prof. Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum.selaku Kopromotor I, dan Prof. Dr. Dra. Luh Putu Laksminy, M.Hum.selaku Kopromotor II.
Sementara itu, tim penguji yang turut mendampingi pimpinan sidang terdiri atas Prof. Dr. Ketut Widya Purnawati, S.S., M.Hum.; Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suparwa, M.Hum.; Prof. Dr. Drs. I Wayan Simpen, M.Hum.; Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum.; dan Dr. Ni Luh Putu Krisnawati, S.S., M.Hum.
Keberhasilan meraih gelar doktor ini menjadi pencapaian akademik yang membanggakan bagi FBA Universitas Mahasaraswati Denpasar. Selain memperkuat kapasitas akademik dosen, penelitian mengenai alih kode pada Wayang Cenk Blonk juga menunjukkan kontribusi kajian bahasa dalam mendokumentasikan serta mengkaji kekayaan bahasa dan budaya Bali dari perspektif ilmiah.
Dengan pencapaian tersebut, Dr. Putu Devi Maharani, S.S., M.Hum. diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu bahasa, khususnya kajian sosiopragmatik, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam mengangkat kekayaan budaya lokal melalui penelitian.